Gejala Menopause

Secara medis, kata menopause mengacu pada tanggal menstruasi terakhir. Gejala menopause terjadi sebelum dan sesudah menopause yang sebenarnya disebut dengan klimakterium. Banyak gejala yang dapat diketahui pada masa menopause. Antara lain dapat berupa insomnia (sulit tidur), rasa panas (hot flash), sembelit, banyak berkeringat, depresi, berkurangnya daya ingat, sulit menahan dorongan untuk kencing (inkontinensia) dsb. Karena sifat gejala yang berbeda-beda pada tiap orang itu maka ada baiknya jika Anda mencatat tanggal-tanggal haid Anda serta gejala-gejala “yang tidak biasa” yang mungkin terjadi, setelah Anda mencapai atau melampaui usia 40 tahun.

Beberapa gejala yang mudah dikenali dari seorang wanita yang menjelang atau sudah menopause :

1. Berkurangya jumlah darah yang mengalir ke payudara menimbulkan tidak adanya perubahan atau penambahan besar payudara ketika diberikan rangsangan seksual.

2. Lemak di bawah kulit berkurang sehingga kulit menjadi kendur di samping kelenjar kulit kurang berfungsi sehingga kulit menjadi kering dan keriput. Kulit menjadi mudah terbakar sinar matahari dan mengalami pigmentasi serta menjadi hitam bahkan terkadang pada kulit tumbuh bintik-bintik hitam.

3. Wanita yang menopause juga mengalami kelemahan tulang. Kondisi itu disebabkan oleh hilangnya beberapa zat tulang sehingga membuatnya tidak dapat mengakses hormon estrogen dengan baik.

4. Pada masa menopause banyak wanita yang mengalami kegemukan atau obesitas. hal itu disebabkan oleh berkurangnya kemampuan tubuh membakar energi akibat menurunnya efektivitas proses dinamika fisik pada umumnya.

5. Penambahan berat badan pasca menopause seringkali menimbulkan penyakit yang menahun seperti penyakit darah tinggi, penyakit diabetes dan penyakit tulang persendian.

Posted in Gejala Menopause | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Dan Tanda Menopause

Saat ini masalah menopause merupakan salah satu masalah mendapatkan perhatian khusus. Yang perlu Anda ketahui menopause bukan merupakan salah satu kejadian yang terjadi dengan mendadak dan tiba-tiba, namun menopause terjadi selama bertahun-tahun dan membutuhkan proses yang lama. Menopause juga merupakan suatu hal yang wajar bagi seorang wanita. Biasanya menopause terjadi kepada wanita yang berusia antara 48-52 tahun .

Lalu apakah menopause itu? Menopause merupakan masa dimana wanita berhenti mengalami menstruasi atau mati haid. Proses untuk menuju menopause ditandai dengan gejala dan tanda menopause sendiri terjadi ditandai dengan fungsi dari indung telur yang mengalami penurunan untuk memproduksi hormon.

Selain itu gejala dan tanda yang disebabkan karena menopause adalah perubahan suatu siklus haid bulanan, jumlah dan juga lamanya haid Anda. Hot flash yang terjadi pada sekitar leher dan juga wajah Anda. Biasanya hal ini terjadi hanya sementara saja, terjadi disaat darah mengalami pengurangan dan berlangsung hingga haid benar-benar berhenti. Biasanya hal ini bisa diatasi dengan mengonsumsi makanan yang bergizi tinggi dan melakukan olahraga secara teratur.

Gejala dan tanda menopause juga ditandai dengan berkeringat yang terjadi di wakyu malam, terdapatnya kerutan pada daerah sekitar vagina, dan juga kerutan yang trjadi di kulit. Konstipasi atau sembelit merupakan salah satu gejala dari menopause datang.

Kebanyakan wanita takut akan masa menopause ini, disebabkan karena merasa sudah tua. Padahal jika Anda mengonsumsi makanan yang bergizi tinggi dan melakukan olahraga dengan teratur serta menerapkan pola hidup yang sehat maka Anda akan awet muda. Tidak dibarengi dengan mengonsumsi alkohol dan memakai rokok.

Nutrisi yang Anda perlukan untuk menunda terjadinya menopause adalah makanan yang sehat. Makanan yang sehat juga perlu memperhatikan tiga hal berikut ini, yakni kuantitas, kualitas, dan juga berbagai keragaman dari jenis keragaman jenis makanan. Jumlah asupan makan Anda harus yang bernutrisi, hal ini ditujukan agar lebih seimbang kecukupan gizi yang Anda perlukan untuk tubuh Anda.

Posted in Gejala Menopause | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Mengenal Gejala Menopause

Gejala-gejala menopause disebabkan oleh perubahan kadar estrogen dan progesteron. Karena fungsi ovarium berkurang, maka ovarium menghasilkan lebih sedikit estrogen atau progesteron dan tubuh memberikan reaksi. Beberapa wanita hanya mengalami sedikit gejala, sedangkan wanita yang lain mengalami gejala yang sifantya ringan sampai berat. Hal ini adalah normal. Berkurangnya kadar estrogen secara bertahap menyebabkan tubuh secara perlahan menyesuaikan diri terhadap perubahan hormon, tetapi pada beberapa wanta penurunan kadar estrogen ini terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan gejala-gejala yang hebat. Hal ini sering terjadi jika menopause disebabkan oleh pengangkatan ovarium.

Gejala-gejala yang mungkin ditemukan pada wanita menopause adalah :

1. Hot flashes terjadi akibat peningkatan aliran darah di dalam pembuluh darah wajah, leher, dada dan punggung. Kulit menjadi merah dan hangat disetai keringat yang berlebiihan. Hot flashes dialami oleh sekitar 75% wanita menopause. Kebayakan hot flashes dialami selama lebih dari 1 tahun dan 25-50% wanita mengalaminya sampai lebih dari 5 tahun. Hot flashes berlangsung selama 30 detik-5 menit.

2. Vagina menjadi kering sehingga ketika melakukan hubungan seksual sering timbul rasa nyeri.

3. Gejala psikis dan emosional (kelelahan, mudah tersinggung, susah tidur dan gelisah) bisa disebabkan oleh berkurangnya kadar estrogen. Berkeringat pada malam hari menyebabkan gangguan tidur sehingga kelelahan semakin memburuk dan semakin mudah tersinggung.

4. Pusing, kesemutan dan palpitasi (jantung berdebar)

5. Hilangnya kendali terhadap kandung kemih (beser)

6. Peradangan kandung kemih dan vagina

7. Osteroporosis (pengeroposan tulang)

Resiko tinggi terjadinya osteroporosis ditemukan pada wanita yang kurus, merokok, mengonsumsi alohol secara berlebihan, mengonsumsi kortikosteroid, memiliki asupan kalsium yang rendah, jarang berolahraga.

Posted in Gejala Menopause | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Tanda Gejala Menopause

Menopause adalah suatu fenomena baru dalam masyarakat kita. Enam puluh atau 100 tahun yang lalu  wanita meninggal sebelum mengalamai menopause sehingga sondrom menopause tidak dikenal. Berbeda dengan sekarang ketika usia harapan hidup semakin tinggi disebabkan kemajuan dibidang ilmu kedokteran, wanita lansia semakin banyak. Dengan demikian para wanita mulai mempertanyakan sindrom  menopause yang umumnya menjadi gangguan yang serius dalam kehidupan mereka sehari-hari. Karena itu sangat bermanfaat memberi pengetahuan dan pendidikan tentang menopause, selain agar kaum wanita tidak dibuat  bingung dan ragu dengan berbagai tanda gejala menopause yang mengkhawatirkan yang dialaminya, mereka juga harus disadarkan bahwa ada konsekuensi-konsekuensi kesehatan serius yang tidak boleh diabaikan. Mereka  harus mampu menjaga dirinya agar tidak mengalami penyakit-penyakit yang diakibatkan menghilangnya estrogen. Dan para dokter juga tidak menganggap enteng berbagai masalah menopause.

Secara medis hanya ada tiga tanda gejala menopause yaitu menstruasi yang kacau, semburan panas dan keringnya vagina. Semua itu disebabkan oleh penurunan kadar estrogen yang diproduksi tubuh. Gejala-gejala lain yang kadang juga sangat menganggu adalah gejala emosional yang disebabkan oleh meningkatnya kadar follical stimulating hormone (FSH, hormone perangsang folikeltelur) dan luteinizing hormone (LH). Edua hormone itu diproduksi oleh kelenjar pituitary sebagai respons untuk menstimulasi hipotalamus diotak untuk mengaktifkan ovarium.  Ketika siklus menstruasi kacay dan persediaan sel telur makin menipis, maka FSH dan Lh diproduksi sangat banyak sampai 15 kali biasanya. Ini merupakan mekanisme tubuh mengaktifkan kembali ovarium yang “mogok”. Pemeriksaan laboratorium yang mengindikasikan tingginya kadar FSH dan Lh menunjukkan bahwa pada saat itu Anda memasuki masa perimnopause. Berikut ini beberapa gejala emosional menopause yang disebabkan memebanjirnya FSH dan Lh yang sering dialami wanita menjelang menopause.

  • Suasana hati yang berubah-ubah, mudah marah dan  mudahs edih tanpa sebab yang jelas.
  • Depresi
  • Sering cemas dan gelisah tanpa sebab yang jelas
  • Alergi meningkat
  • Sulit tidur pulas, sering terbangun tanpa sebab.

Selain itu masih ada beberapa tanda gejala menopause dalam bentuk fisik yang sering dialami waniuta menopause:

  • Semburan  panas (hot flashes), ini memrupakan cirri khas menopause.
  • Banjir keringat disaat terjadi semburan panas maupun  disaat tidur malam hari
  • Vagina mengering
  • Jantung berdebar
  • Kelelahan yang berlebihan
  • Gangguan kulit
  • Gangguan sendi
  • Dan sebagainya, yang masing-masing wanita mempunyai pengalaman yang berbeda.

Gejala mulai menghilang pada tahap pasca menopause. Hilangnya tidak seketika tapi berangsur-angsur,gejala mulai menghilang sejak berlalunya waktu 12 bulan penuh menstruasi  terakhir. Banyak hal yang perlu mendapat perhatian sejak menstruasi terakhir. Pertama, pendarahan dari vagina yang terjadi setelah menstruasi terakhir berarti adanya suatu penyakit. Jadi Anda harus memeriksakannya ke dokter. Kedua, Anda  mulai rentan terhadap penyakit-penyakit degenerative karena menghilangnya hormone estrogen yang tidak lagi diproduksi tubuh. Penyakit-penyakit degenerative tersebut antara lain jantung, diabetes, kanker, osteoporosis, dan sebagainnya. Karena itu, Anda perlu mengubah gaya hidup Anda dengan menerapkan pola makan sehat,olahraga teratur dan terukur, tidak merokok maupun minum minuman beralkohol, tetap beraktivitas/bersosialisasi, tidur/istirahat cukup, dan sebagainya. Lebih baik lagi jika semua itu telah dilakukan sejak usia muda, sebelum usia 30-an.

 

Posted in Gejala Menopause | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Gejala Menopause Dini

Gejala menopuse dini umumnya tidak begitu dapat dirasakan. Namun pada umumnya menopasuse dini dan menopause pada umumya sama, yakni tidak lagi mengalami menstruasi, mengalami gejala menopause lainnya seperti hot flashes dan emosi yang tidak stabil.

Menopause dini sendiri adalah keadaan saat fungsi ovarium (indung telur) dan menstruasi berhenti sebelum usia 40 tahun. Pada menopause dini, kadar homon estrogen rendah tetapi kadar hormon hipofisa yang merangsang ovaium (terutama hormon FSH) tinggi.

Menopause dini dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain kelainan bawaan (biasanya kelainan kromosom), penyakit autoimun (sistem pertahanan tubuh menyerang sel-sel indung telur tubuh itu sendiri), telah dilakukan pengangkatan ovarium (rahim). selain itu, merokok juga dapat menyebabakn menopause dini.

Banyak orang dan pendapat bahwa menopause dini akan membawa dampak atau risiko mengalami komplikasi suatu penyakit seperti osteoporosis misalnya karena adanya riwayat keluarga atau masalah kesehatan sebelumnya atau karena gejala menopause dini itu sendiri.

Umumnya gejala-gejala menopause dini dapat dibantu dengan melakukan suatu pengobatan. Pengobatan yang paling sering digunakan untuk menghilangkan gejala-gejala menopause dan mengurangi risiko masalah kesehatan di masa depan adalah terapi sulih hormon (hormone replacement therapy, HRT).

Akan tetapi, seperti yang mungkin pernah Anda dengar, ada beberapa risiko yang menyertai pengobatan HRT ini, khsusunya jika digunakan untuk jangka waktu yang cukup lama.

Efek-efek yang berpotensi terjadi dalam pengobatan jangka panjang dengan HRT untuk pada pengobatan dari gejala-gejala menopause dini, adalah :

a. Peningkatan risiko tersamar :

1. Kanker payudara
2. Masalah penyumbatan
3. Pembuluh darah misalnya stroke
4. Penyakit jantung koroner

b. Penurunan risiko tersamar :

1. Kanker kolorektal (usus besar)
2. Osteoporosis dan patah tulang

Ada sejumlah pengobatan dan strategi tambahan yang bertujuan menghilangkan gejala-gejala menopause dini dan mengurangi risiko komplikasi di masa depan.

Beberap obat yang keefektifannya telah teruji secara klinis, mungkin akan diberikan oleh dokter. Di sisi lain, ada berbagai macam makanan dan jenis olahraga yang diyakini oleh banyak orang dapat bermanfaat selama masa perimenopuase dan juga terdapat berbagai terapi pendukung yang telah populer.

Posted in Gejala Menopause | Tagged , , , , | Leave a comment

Kenali Gejala Menopause

Menopause adalah perubahan yang normal terjadi pada kehidupan seorang wanita ketika periode menstruasinya berhenti. Seorang wanita sudah mencapai menopause apabila dia tidak mendapatkan menstruasi selama 12 bulan secara berurutan, dan tidak ada penyebab lain untuk perubahan yang terjadi. Selama menopause, yang umumnya terjadi pada usia 45 – 55 tahun, tubuh seorang wanita secara perlahan mengurangi produksi hormon estrogen dan progesterone sehingga terjadilah berbagai gejala.

Gejala menopause dan cara menanganinya adalah :

1. Hot flashes
Hot flashes umum terjadi pada wanita menopause, berlangsung selama 30 detik sampai beberapa menit, dan kadang diikuti dengan berkeringat terutama malam hari. Lingkungan panas, makan makanan atau minuman panas atau makanan pedas, alkohol, kafein, dan stress dapat menyebabkan terjadinya hot flashes. Modifikasi gaya hidup, olahraga teratur, dan meredakan kecemasan dapat menurunkan gejala ini. Hubungi dokter bila memerlukan obat-obat antidepresi atau terapi hormonal.

2. Kekeringan pada vagina
Gejala pada vagina dikarenakan vagina yang menjadi lebih tipis, lebih kering, dan kurang elastik berkaitan dengan turunnya kadar hormon estrogen. Gejalanya adalah kering dan gatal pada vagina atau iritasi dan atau nyeri saat bersenggama. Dapat menggunakan pelumas vagina yang dijual bebas atau krim pengganti estrogen yang digunakan dengan mengusapkannya pada vagina. Apabila terjadi perdarahan setelah menggunakan krim estrogen segera pergi ke dokter

3. Gangguan tidur
Lakukan latihan fisik sekitar 30 menit per hari tapi hindari berolahraga dekat dengan waktu tidur. Hindari alkohol, kafein, makan dalam jumlah besar, dan bekerja tepat sebelum waktu tidur. Usahakan suhu kamar tidur tidak terlalu panas. Hindari tidur siang dan coba untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya. Dapat dilakukan latihan relaksasi seperti meditasi sebelum tidur

4. Gangguan daya ingat
Tidur dalam jumlah yang cukup dan usahakan tetap aktif selalu

5. Perubahan mood
Tidur dalam jumlah yang cukup dan usahakan aktif selalu

6. Penurunan keinginan berhubungan seksual
Pada beberapa kasus penyebabnya adalah faktor emosi. Selain itu, penurunan kadar estrogen menyebabkan kekeringan pada vagina sehingga berhubungan seksual menjadi tidak nyaman dan sakit. Konsumsi hormon androgen dapat meningkatkan gairah seksual dan pemakaian pelumas dapat mengurangi nyeri. Beberapa wanita mengalami perubahan gairah seksual akibat rasa rendah diri karena perubahan pada tubuhnya. Grup konseling dapat membantu

7. Gangguan berkemih
Kadar estrogen yang rendah menyebabkan penipisan jaringan kandung kemih dan saluran kemih yang berakibat penurunan kontrol dari kandung kemih atau mudahnya terjadinya kebocoran air seni (apabila batuk, bersin, atau tertawa) akibat lemahnya otot di sekitar kandung kemih. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.

Posted in Gejala Menopause | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Mengatasi Gejala Menopause

Saat proses kesuburan menurun, wanita kehilangan kemampuannya untuk memiliki kadar estrogen dan progesteron yang stabil, sampai akhirnya mereka tidak mengalami menstruasi. Menopause ditandai dengan banyaknya perubahan hormon yang menyebabkan hilangnya kesempurnaan di sekitar vagina, gelora panas, dan sulit tidur. Untuk mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan gejala menopause, terapi sulih hormon (TSH) menjadi perawatan yang populer. Karena kita kehilangan kadar hormon seiring dengan bertambahnya usia, maka terpikirlah bahwa sulih hormon dapat menjadi sarana untuk menjaga agar tetap muda.

Masalahnya dengan TSH adalah bahwa ini berhubungan dengan efek samping yang sangat serius, termasuk penggumpalan pembuluh darah yang meningkat, yang dapat menyebabkan pecahnya gumpalan tersebut dan mengalir ke paru-paru (embolisme paru-paru), kanker, serangan jantung,. Meskipun kami tidak dapat menyarankan TSH sebagai terapi yang utama, kami belum menyerah untuk mengembangkannya pada masa mendatang. Dalam banyak kasus wanita-wanita yang diberi resep TDH perlu memakan aspirin untuk mencegah penggumpalan yang kemungkinan besar berakibat fatal.

Tiga unsur, kedelai, semanggi merah, dan ikan salem kecil berwarna hitam, semuanya telah terbukti dapat mengurangi gejala-gejala yang berhubungan dengan menopause pada sekitar 35 persen wanita.
Yang ingin kami tekankan adalah anda tidak perlu memandang menopause sebagai terhentinya kekuatan seksual. Seks tidak berhenti setelah usia lima puluh tahun. Kenyataannya, seks tidak akan pernah berhenti.

Posted in Gejala Menopause | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Menopause Wanita

Banyak gejala menopause yang dapat diketahui pada masa menopause. Antara lain dapat berupa insomnia (sulit tidur), rasa panas (hot flash), sembelit, banyak berkeringat, depresi, berkurangnya daya ingat, sulitmenahan dorongan untuk kencing (inkontinensia), dsb. Karena sifat gejala yang berbeda-beda pada tiap orang itu maka ada baiknya jika anda mencatat tanggal-tanggal haid anda serta gejala-gejala yang tidak biasa yang mungkin terjadi, setelah anda mencapai atau melampaui usia 40 tahun.

Rasa panas (hot flash), atau rasa panas yang datang secara tiba-tiba, tetapi secara klinis ini tidak bahaya, dan rasa tersebut mudah juga berlalu. Biasanya, hot flash berlangsung hanya selama 15 detik sampai 1 menit. Rasa panas tadi timbul pada saat darah haid mulai berkurang dan mulai berlangsung sampai haid benar-benar berhenti.

Cara mencegah adalah membicarakan dengan teman dan tetap tenang, rileks, dan mengatur nafas dengan perlahan.Hindari penggunaan baju yang tidak menyerap keringat. Wanita yang mengatur pola makan dan olahraga secara teratur akan mudah mengatasi rasa panas itu.

Sembelit juga sering akan muncul pada wanita menjelang menopause. Walaupun jarang kasus tersebut terjadi, tetapi lebih disebabkan oleh perubahan produksi hormone estrogen dalam tubuh. Untuk mengimbangi terjadinya sembelit tersebut, sebaiknya memang [ada masa tersebut wanita lebih banyak mengonsumsi serat yang banyak dikandung dalam buah-buahan dan sayur-sayuran.

Gangguan tulang juga sering terjadi pada masa menopause, karena berhentinya produksi estrogen oleh indung telur akan mempengaruhi keseimbangan metabolisme zat kapur (kalsium) dalam tulang.

Posted in Gejala Menopause | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Tanda dan Gejala Menopause Wanita

Menopause yang terjadi pada wanita merupakan fase kehidupan seorang wanita terjadi secara normal dan pastinya semua wanita akan mengalami dan menjalani masa menopause yang merupakan bagian akhir dari masa reproduktivitas dan proses penuaan.

Sebelum menjelang masa menopause seorang wanita akan mengalami masa perimenopause yakni suatu masa dimana terjadi ketidak-teraturan siklus menstruasi. Siklus menstruasi yang tidak teratur pada wanita perimenopause dimulai sekitar usia 40 tahun dan dapat berlangsung singkat maupun panjang tergantung dari keadaan masing-masing wanita itu sendiri. Darah haid yang keluar menjadi lebih sedikit atau siklusnya menjadi lebih panjang, lebih oendek atau tidak beraturan sama sekali dan terkadang disertai raa nyeri haid.

Secara medis, wanita yang mengalami menopause akan mengalami penurunan fungsi hormon yang sangat penting dalam kehidupan wanita, yakni estrogen dan progesteron. Hormon estrogen seringkali menyebabkan ketidakseimbangan hormonal.

Berikut ini tabel keluhan klimaterik yang sering dialami oleh wanita menopause keterkaitan perubahan mood atau suasana hati yang merupakan gejala atau tanda umum dari wanita menopause.

 

Posted in Gejala Menopause | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Menopause Pada Wanita

Setiap wanita pasti mengalami masa menopause yang merupakan bagian normal dari proses penuaan yang dihadapi oleh semua wanita di dunia. Banyak orang mengartikan menopause adalah suatu tanda dari berakhirnya masa menstruasi secara permanen dan hilangnya fungsi ovarium.

Normalnya dan kebanyakan wanita yang mengalami menopause di masa usia sekitar 45 tahun dan 50 tahun. Namun, beberapa wanita ada yang mengalami masa menopause lebih cepat dari angka usia yang umumnya terjadi. Hal ini dilatar belakangi oleh riwayat kesehatan.

Sebuah contoh, kasus menopause yang terjadi di Amerika Serikat, kebanyakan wanita di AS mengalami menopause sekitar usia 51 tahun dan hampir setiap hari 6.000 wanita di Amerika mencapai usia menopause.

Secara umum, gejala menopause pada wanita dapat diamati dari beberapa hal berikut ini :

1. Periode dan siklus menctruasi yang berkurang dan tidak teratur

Seorang wanita akan dianggap mengalami gejala menopause, apabila dalam kurun waktu selama 12 bulan tidak mengalami menstruasi kembali sejak menstruasi terakhir.

Periode dan siklus menstruasi yang tidk teratur hingga benar-benar terjadi berakhirnya masa menstruasi merupakan tanda dan gejala yang sangat nyata dari seorang wanita yang telah mencapai masa menpause, terutama jika sudah berusia 50 tahun. Tidak ada patokan yang pasti kapan periode dan siklus menstruasi itu akan terjadi. Namun, seorang wanita dapat memperkirakan periode dan siklus menstruasi jika memiliki catatan kalender menstruasi setiap bulannya yang dapat membantu menentukan kapan periode dan menstruasi mulai tidak teratur.

2. Hot flashes

Hot flashes adalah tanda atau gejala yang paling menonjol dari seorang wanita yang mengalami gejala menopause yakni dengan terjadinya perubahan hormonal yang menyebabkan pembuluh darah melebar dalam upaya untuk mendinginkan tubuh.

Beberapa wanita yang mengalami gejala demikian akan mengalami perubahan warna kulit yang memerah atau berkeringat selama hot flashes. Hot flashes juga dapat menyebabkan denyut jantung meningkat.

Hot flashes yang merupakan gejala normal dan dominan terjadi pada setiap wanita menopause pada umumnya masih dapat dikendalikan dengan menghindari alkohol, kafein, mengurangi makanan berselera pedas dan rokok.

3. Insomnia atau gangguan tidur

Insomnia atau gangguan tidur atau susah tidur merupakan gejala yang sering dialami oleh setiap wanita yang mengalami gejala awal dari menopause. Sebagian besar wanita akan sering terbangun di malam hari karena berkeringat, ingin berkemih sehingga susah untuk kembali tidur.

4. Perubahan suasana hati (mood swings)

Sebagian besar wanita yang mengalami gejala menopause akan mengalami perubahan terhadap suasana hati atau mood dan ini umumnya terjadi sebelum dan selama menopause.

Perubahan mood ini umumnya dilatar belakangi oleh perubahan hormon yakni hormon estrogen dan progesteron yang berperan dalam pengaturan hormon-hormon wanita, seperti hormon seks, hormon yang mengendalikan emosi dan perubahan mood itu sendiri.

Perubahan mood ini membuat wanita mudah tersinggung, mudah marah, perasaan selalu tidak nyaman, gelisah, mudah stress dan depresi.

Setiap perempuan akan mengalami pengalaman menopause yang berbeda, beberapa diantaranya mungkin tidak mengalami gejala yang mengganggu. Di sisi lain, beberapa perempuan mengalami gejala yang cukup parah, seperti hot flashes dan insomnia.

Penelitian yang dilakukan oleh the North American Menopause Society menunjukkan bahwa 80 persen perempuan menopause yang mengikuti survei tidak mengalami penurunan kualitas hidup.

 

Posted in Gejala Menopause | Tagged , , , , , , , | Leave a comment